SISTEM PERS
Sistem Pers merupakan suatu sistem yang mengatur bagaimana
proses media massa di suatu masyarakat dipengaruhi oleh sistem sosial, ekonomi
dan politiknya. Sistem Pers biasanya di pengaruhi oleh gagasan-gagasan
intelektual atau asumsi-asumsi dasar yang dianut oleh suatu masyarakat.
SEJARAH PERS
Pada awal perkembangannya, suratkabar sudah menjadi lawan
nyata atau musuh penguasa mapan. Secara khusus, suratkabar memiliki persepsi
diri sebagai lembaga penekan (press). Citra pers dalam sejarah selalu dikaitkan
dengan pemberian hukuman bagi para pengusaha percetakan, penyunting dan
wartawan.Pers selalu diposisikan sebagai pejuang untuk mencapai kebebasan,
keberanian mengungkapkan pendapat, menyuarakan aspirasi rakyat, memberikan masukan
kepada penguasa. Pers di berbagai negara, terlebih di negara-negara yang
membatasi ruang gerak pers, senantiasa berupaya memperjuangkan kemerdekaan bagi
diri dan masyarakatnya.
TEORI PERS
Fred Siebert,
Theodore Peterson & Willbur Schramm: Sistem pers otoriter, Sistem Pers
Bebas, Sistem Pers tanggungjawab sosial dan Sistem Pers media soviet.
1. Teori Pers Ototiter (Otoritarian Theory)
Teori pers ini terkait dengan konsep negara
otoriter.
Konsep otortiter: tidak setiap
orang memeperoleh kekeuasaan mutlak dan bahwa setiap anggota masyarakat tanpa
“reserve” diwajibkan tunduk dan taat pada kekuasaan.Fungsi suatu negara
otokratis: menjaga persatuan atau kesatuan pikiran dari rakyat dgn
mempertahankan kontiniutas kepemimpinan.Pers otoriter ditampilkan dengan memakai
cara-cara persuasi tapi dapat juga dengan paksaan, bahkan kalau perlu dengan
kekerasan.Teori pers otoriter ini berkembang hingga abad 18 dan dalam
perkembangannya mendapat tantangan dari penganut pers liberal.
Konsep dalam Pers Otoritarian
antara lain :
a)
Pers tidak punya kewajiban
menetapkan atau menentukan tujuan atau haluan negara, melainkan hal itu adalah
hak penguasa.
b)
Alat komunikasi hanya merupakan
alat untuk mencapai tujuan dan kepentingan negara/penguasa Kritik dimungkinkan
tapi bukan untuk menggugat tujuan atau penguasa.
c)
Rakyat diposisikan pada kondisi yang tidak
berdaya, kemampuannya dikendalikan penguasa.
- Teori Pers Bebas (Libertarian Theory)
Teori pers ini dipengaruhi oleh
paham liberal klasik, menempatkan pers sebagai free market place of ideas. Teori
ini berkembang pada abad 17-an, dipengaruhi karya John Stuart Mill “On Liberty.
Teori ini Mengedepankan prinsip menentang campur tangan pemerintah/penguasa,
dalam bidang ekonomi, politik, termasuk pers sebgai pembentuk watak manusia
merdeka.
Konsep Teori Pers Libertarian :
Freedom of expression =
mengagungkan kebebasan berekspresi.
Freedom of property = mengagungkan kebebasan dalam
hal kepemilikan.
Konsep ini menimbulkan kritik keras
karena dinilai dapat mengabaikan hak-hak individu dan munculnya abuse of
liberty. Media massa terlalu menonjolkan haknya (kebebasan) tanpa menunjukkan
kewajiban dan tanggungjawab pers.
Pandangan Theodore B Peterson
Tentang Pers Liberal:
a)
Pers liberal lebih mementingkan
pemilik media, mempropagandakan pendapat sendiri utk tujuan politik dan
ekonomi.
b)
Pers liberal memiliki watak bisnis, dapat dikuasai pemasang iklan.
c)
Menentang/merintangi perubahan,
status quo.
d)
Dangkal, suka sensasional, dapat
mengabaikan penegakan moral.
e)
Suka menyerang pribadi, suka
monopoli.
3. Teori Pers Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility
Theory)
Teori Pers ini muncul sebagai kritik atas
teori pers libertarian yang terlalu bebas sehingga menyebabkan kemerosotan
moral. Teori pers ini muncul era tahun 1947, dipengaruhi oleh terbentuknya Komisi
Kebebasan Press di Amerika. Menurut Teori Pers Tanggungjawab Sosial Media massa
sesungguhnya wajib “bertanggungjawab” kepada masyarakat. Berita-berita media
massa harus berlandaskan pada kebenaran, akurat, fair, objective dan
relevan.Media massa seharusnya menyediakan forum pertukaran ide/gagasan kepada
pembacanya. Media massa seharusnya bebas tetapi hendaknya memiliki budaya “self
regulated”. Media
massa seharusnya mengikuti atau menyetujui kode etik dan standar profesional
wartawan.
4. Teori Pers Komunis (Soviet Communist Concept)
Konsep sitem pers ini bersumber dari ajaran
komunis (Marxis-Leninisme). Teori ini muncul sekitar tahun 1917 setelah
peristiwa Revolusi Oktober yang mengubah wajah Rusia. Teori pers ini pernah
muncul di Soviet dan negara-negara komunis, pada dasarnya tidak jauh beda
dengan “autoriterian teori”. Kon sep ini memandang bahwa pers hanyalah alat
bagi partai komunis, dan bukan kekuatan keempat sebagaimana dianut paham
liberal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar