Selasa, 14 Oktober 2014

TEORI PERS

SISTEM PERS
Sistem Pers merupakan suatu sistem yang mengatur bagaimana proses media massa di suatu masyarakat dipengaruhi oleh sistem sosial, ekonomi dan politiknya. Sistem Pers biasanya di pengaruhi oleh gagasan-gagasan intelektual atau asumsi-asumsi dasar yang dianut oleh suatu masyarakat.

SEJARAH PERS
Pada awal perkembangannya, suratkabar sudah menjadi lawan nyata atau musuh penguasa mapan. Secara khusus, suratkabar memiliki persepsi diri sebagai lembaga penekan (press). Citra pers dalam sejarah selalu dikaitkan dengan pemberian hukuman bagi para pengusaha percetakan, penyunting dan wartawan.Pers selalu diposisikan sebagai pejuang untuk mencapai kebebasan, keberanian mengungkapkan pendapat, menyuarakan aspirasi rakyat, memberikan masukan kepada penguasa. Pers di berbagai negara, terlebih di negara-negara yang membatasi ruang gerak pers, senantiasa berupaya memperjuangkan kemerdekaan bagi diri dan masyarakatnya.

TEORI PERS
Fred  Siebert, Theodore Peterson & Willbur Schramm: Sistem pers otoriter, Sistem Pers Bebas, Sistem Pers tanggungjawab sosial dan Sistem Pers media soviet.
     1.      Teori Pers Ototiter (Otoritarian Theory)
       Teori pers ini terkait dengan konsep negara otoriter.
Konsep otortiter: tidak setiap orang memeperoleh kekeuasaan mutlak dan bahwa setiap anggota masyarakat tanpa “reserve” diwajibkan tunduk dan taat pada kekuasaan.Fungsi suatu negara otokratis: menjaga persatuan atau kesatuan pikiran dari rakyat dgn mempertahankan kontiniutas kepemimpinan.Pers otoriter ditampilkan dengan memakai cara-cara persuasi tapi dapat juga dengan paksaan, bahkan kalau perlu dengan kekerasan.Teori pers otoriter ini berkembang hingga abad 18 dan dalam perkembangannya mendapat tantangan dari penganut pers liberal.
Konsep dalam Pers Otoritarian antara lain :
a)      Pers tidak punya kewajiban menetapkan atau menentukan tujuan atau haluan negara, melainkan hal itu adalah hak penguasa.
b)      Alat komunikasi hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan dan kepentingan negara/penguasa Kritik dimungkinkan tapi bukan untuk menggugat tujuan atau penguasa.
c)       Rakyat diposisikan pada kondisi yang tidak berdaya, kemampuannya dikendalikan penguasa.


  1. Teori  Pers Bebas (Libertarian Theory)
Teori pers ini dipengaruhi oleh paham liberal klasik, menempatkan pers sebagai free market place of ideas. Teori ini berkembang pada abad 17-an, dipengaruhi karya John Stuart Mill “On Liberty. Teori ini Mengedepankan prinsip menentang campur tangan pemerintah/penguasa, dalam bidang ekonomi, politik, termasuk pers sebgai pembentuk watak manusia merdeka.
Konsep Teori Pers Libertarian :
Freedom of expression = mengagungkan kebebasan berekspresi.
Freedom  of property = mengagungkan kebebasan dalam hal kepemilikan.
Konsep ini menimbulkan kritik keras karena dinilai dapat mengabaikan hak-hak individu dan munculnya abuse of liberty. Media massa terlalu menonjolkan haknya (kebebasan) tanpa menunjukkan kewajiban dan tanggungjawab pers.
Pandangan Theodore B Peterson Tentang Pers Liberal:
a)      Pers liberal lebih mementingkan pemilik media, mempropagandakan pendapat sendiri utk tujuan politik dan ekonomi.
b)      Pers liberal memiliki  watak bisnis, dapat dikuasai pemasang iklan.
c)      Menentang/merintangi perubahan, status quo.
d)     Dangkal, suka sensasional, dapat mengabaikan penegakan moral.
e)      Suka menyerang pribadi, suka monopoli.

3.      Teori Pers Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility Theory)
Teori Pers ini muncul sebagai kritik atas teori pers libertarian yang terlalu bebas sehingga menyebabkan kemerosotan moral. Teori pers ini muncul era tahun 1947, dipengaruhi oleh terbentuknya Komisi Kebebasan Press di Amerika. Menurut Teori Pers Tanggungjawab Sosial Media massa sesungguhnya wajib “bertanggungjawab” kepada masyarakat. Berita-berita media massa harus berlandaskan pada kebenaran, akurat, fair, objective dan relevan.Media massa seharusnya menyediakan forum pertukaran ide/gagasan kepada pembacanya. Media massa seharusnya bebas tetapi hendaknya memiliki budaya “self regulated”. Media massa seharusnya mengikuti atau menyetujui kode etik dan standar profesional wartawan.


4.      Teori Pers Komunis (Soviet Communist Concept)
Konsep sitem pers ini bersumber dari ajaran komunis (Marxis-Leninisme). Teori ini muncul sekitar tahun 1917 setelah peristiwa Revolusi Oktober yang mengubah wajah Rusia. Teori pers ini pernah muncul di Soviet dan negara-negara komunis, pada dasarnya tidak jauh beda dengan “autoriterian teori”. Kon sep ini memandang bahwa pers hanyalah alat bagi partai komunis, dan bukan kekuatan keempat sebagaimana dianut paham liberal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar