Read more: http://farhanshare.blogspot.com/2012/09/cara-agar-artikel-blog-tidak-bisa-di_1.html#ixzz2EdPmGijv PEJUANG DAKWAH: Desember 2012

Minggu, 16 Desember 2012

AGAR TULISAN TIDAK DI COPYPASTE


Salam Teman-teman…..  saya akan berbagi kekalian mengenai blog. Istilah blog tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Bagi para blogger terkadang kita menginginkan agar tulisan kita tidak dapat begitu saja di COPAS alias Copypaste. COPAS terkadang  sangat merugikan para  blogger maupun webmaster yang sudah bersusah payah untuk membuat suatu artikel dengan mengeluarkan pikiran dan tenaga yang cukup besar lalu di COPAS begitu saja… sayang bukan…?  Lalu bagaimana yah agar tulisan kita tidak di COPAS..
Ok saya akan berbagi kepada kalian agar tulisan kita tidak ingin di COPAS.. begini caranya… :
1.     Login ke Blogger.
2.   Pilih Template/Rancangan.
3.   Klik "Edit HTML".
4.   Centang box "Expand Template Widget".
5.   Cari kode <head> menggunakan CTRL+F.
  1. lalu letakkan kode di bawah ini persis di atas kode  <head>.                                                              
 <SCRIPT type="text/javascript">
    if (typeof document.onselectstart!="undefined") {
    document.onselectstart=new Function ("return false");
    }
    else{
    document.onmousedown=new Function ("return false");
    document.onmouseup=new Function ("return true");
    }
    </SCRIPT> 
7.   Klik "Save Template" dan Selesai.
Ok semoga berhasil yaa… mudah-mudahan bermanfaat..

Untuk dapat info yang lebih lanjut saya menyarankan teman-teman untuk mengunjungi alamat ini 
http://farhanshare.blogspot.com/2012/09/cara-agar-artikel-blog-tidak-bisa-di_1.html#ixzz2EdOam96C

Senin, 10 Desember 2012

WAYANG DAN TARIKH KENABIAN


Dalam kisah pewayangan terdapat banyak para dewa dan dewi. Cerita pewayangan khususnya wayang purwa atau yang lebih kita kenal dengan “wayang kulit” diambil dari cerita Ramayana dan Mahabarata yaitu sebuah epos (cerita kepahlawanan) yang berasal dari India dan menurut ahli sejarah cerita itu memang benar-benar terjadi pada jaman dahulu. Namun demikian orang jawa menganggap cerita yang ada dalam pewayangan juga benar-benar terjadi di Jawa. Bahkan, mereka juga menghubungkan kisah pewayangan dengan tarikh kenabian. Hal ini sangat menarik bagi saya yang merupakan pecinta seni pewayangan sejak dibangku SD (mungkin turunan dari kakek, hehehe.. J) Hasil penulusuran saya akan saya paparkan sebagai berikut : 

Dalam naskah Serat Purwakanda dikisahkan bahwa sejarah wayang dimulai dari Nabi Adam dan Hawa sebagai utusan Tuhan Yang Maha Esa sebagaik titah (wakil) dialam raya. Dari keturunan kedua manusia pertama tersebut ada salah seorang yang diberi nama Syis (Nabi Syith). Dari nabi Syis ini kemudian berputra dua orang laki-laki. Yang pertam bernama Nabi Anwas yang kelak menurunkan nabi-nabi dibumi. Sedangkan yang kedua bernama Nabi Anwar yang kemudian menurunkan para dewa (Sanghyang) yang berbentuk cahaya dan hidup menempati alam kahyangan.
Nabi Anwar merupakan cikal bakal dunia pewayangn ini kemudian menurunkan putra bernama Sanghyang Wetri. Keturunan Sanghyang Wetri bernama Sanghyang Nurcahya. Sanghyang nurcahya berputra Sanghyang Nurasa. Sanghyang Nurasa memiliki putra bernama Sanghyang Wenang. Sanghyang Wenang kemudian mewariskan takhta kahyangan kepada putranya, Sanghyang Tunggal. 
 gambar Sanghyang Wenang

Pernah dikisahkan Sanghyang Wenang pernah berseteru dengan Nabi Sulaiman AS. Pada masa itu sanghyang wenang dianggap sebagai musuh Allah yang terkutuk. Karena sanghyang wenang memiliki kekuatan ghaib yang luar biasa sehingga orang menganggap dia sebagai Tuhan. Hal ini sangat merisaukan Nabi Sulaiman kerena semakin lama semakin banyak yang mempercayai Sanghyang Wenang, karena memang pada masa itu kaum nabi sulaiman (Bani Israil) sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan sihir atau hal yang  berbau ghaib lainnya. Suatu ketika Nabi Sulaiman mengutus pasukannya untuk memerangi Sanghyang Wenang. Bala tentara tersebut dipimpin oleh seoarang panglima dari bangsa jin bernama Jin Syakar. Namun ketika menghadapi Sanghyang Wenang dia dikalahkan dan tunduk kepada Sanghyang Wenang, bahkan Jin Syakar juga berkhianat kepada nabi sulaiman. Anehnya menurut beberapa sumber yang saya baca cerita yang serupa juga termaktub dalam tafsir Ibnu Katsir.
Alam kadewatan atau dunianya para dewa, oleh masyarakat lampau dianggap dan diyakini sebagai makhluk suci dan terhormat pula, karena mereka diceritakan berbadan halus (makhluk halus). Bagi masyarakat Jawa dan wilayah Nusantara yang lain, tokoh kedewatan dipengaruhi oleh konsep kosmologi agama yang terdahulu, seperti agama Hindu dan  Budha untuk melengkapi kepercayaan animism dan dinamisme.
Oleh karena pengaruh tersebut, dongeng tentang kedewatan dianggap sacral dan kehidupan para dewa pun senantiasa akan menyelaraskan diri dengan suasana alam semesta (makrokosmos) yang berpusat pada sebuah tempat yang dianggap tinggi dan suci pula. Inilah yang tempat bersemayamnya para Sanghyang tersebut yang dinamakan kahyangan.
Dikisahkan Sanghyang Tunggal menikah dengan Dewi Rekatawati (Dewi Wirandi)  putri dari Sanghyang Rekathatama. Dari perkawinan itu lahir sebutir telur bercahaya.  Sanghyang Tunggal dengan perasaan kesal memban ting tulang tersebut sehingga pecah menjadi tiga bagian, yaitu cangkang, putih dan kuning telur. Ketiganya masing-masing menjelma menjadi laki-laki. Yang berasal dari cangkang diberi nama Antaga,  sedangkan yang berasal dari putih telur diberinama Ismaya, dan yang berasal dari kuning telur diberu nama  Manikmaya.

Pada suatu hari Antaga dan Ismaya berselisih karena masing-masing ingin menjadi pewaris takhta kahyangan. Keduanya pun melakukan perlombaan menelan gunung (bukit). Antaga berusaha menelan gunung tersebut dengan sekali telan justru mengalami kecelakaan. Mulutnya robek dan matanya melebar.  Ismaya menggunakan cara lain, yaitu dengan memakan gunung tersebut sedikit demi sedikit.

Setelah melewati beberapa hari seluruh bagian gunung pun pindah kedalam tubuh ismaya,  namun tidak berhasil ia keluarkan. Akibatnya sejak saat itu Ismaya bertubuh bulat. Akibatnya rupa kedua dewa ini menjadi sangat buruk. Sanghyang Tunggal murka mengetahui ambisi dan keserakahan kedua putranya. Mereka pun dihukum menjadi pengasuh keturunan Manikmaya, yang kemudian diangkat sebgai raja kahyangan, bergelar Batara Guru. Antaga dan Ismaya pun turun kedunia, masing-masing memakai gelar Togog dan Semar.

 
gambaran perubahan batara ismaya 
gambaran Togog

gambar Semar  

gambar Batara Guru


Menurut catatn sejatah  Babat Tanah Jawi  yang ditulis pada tahun 1647 pada masa keratin Surakarta yang dipimpin Sultan Paku Buwana III, menyebutkan bahwa silsilah raja-raja jawa berasal dari Batara Guru. Dalam silsilah tersebut disebutkan silsilah raja-raja jawa sejak nabi Adam. Gambaran silsilah tersebut sebagai berikut : Nabi Adam As.- Nabi Syis- Sanghyang Nurcahya- Sanghyang Nurasa- Wenang- Tunggal- Batara Guru- Batara Brahma- Bambang Bremani- Bambang  Parikenan- Raden Manumayasa- Bambang Sakutrem- Bambang Sakri- Begawan Palasara- Prabu Abiyasa- Prabu Pandudewanata- Raden Arjuna- Raden Abimanyu- Prabu Parikesit- Prabu Yudhayana- Prabu Gendrayana- Prabu Jayabaya (Kediri)- Prabu Jaya Wijaya- Prabu Jaya Amisena- Prabu Kusuma Wicitra- Prabu Citrasama- Prabu Pancadriya- Prabu Suwakasela- Prabu Sri Maha Punggung- prabu kandi awam- resi gentayan ing jenggala- prabu lembu amiluhur ing jenggala- Prabu Panji Maesatandriman Ing Jenggala- Prabu Kuda Lalean (Segaluh)- Prabu Banjaran Sari (Pajajaran I)- Prabu Munding Sari (Pajajaran II)- Prabu Sri Pamekas (Pajajaran IV)- Raden Sesorah/Raden Wijaya (Majapahit I)- Prabu Handa Ningkung (Majapahit III)- Prabu Hayam Wuruk (Majapahit IV)- Prabu Lembu Amisari (Majapahit V)- Prabu Brata Tanjung (Majapahit VI)- Prabu Hangka Wijaya/Raden Alit (Sang Prabu Brawijaya V raja terakhir keraton Majapahit, Sesudahnya pulau Jawa dikuasai kerajaan Demak Bintoro (Kerajaan Islam Pertama di Jawa).    
 
gambar naskah babat tanah jawa
  Inilah hasil penelusuran yang saya dapatkan. Terkadang memang terasa aneh, apakah ia cerita dalam pewayangan benar-benar terjadi di Jawa ? lalu bagaimana dengan Ramayana dan Mahabarata yang ada di India ? inilah pertanyaan yang belum berhasil saya jawab. Mungkin ini hanya penelusaran awal mengenai hubungan pewayang, tarikh nabi dan sejarah raja-raja Jawa. Wallahu’alam mengenai kebenaranya karena ini hanya hasil dari sebuah penelusuran. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat…. Waslm J
 



Minggu, 09 Desember 2012

Maaf Lamaran mu Aku Tolak

:: Maaf Lamaran mu Aku Tolak ::

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen
dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka
memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.



Sang lelaki, sendiri,
harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah
melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi
pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja
siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka,
di suatu pagi, di
sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki
muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang
perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?”
tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang
setengah baya sambil menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya,
” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya
sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang
diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam
karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak
mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang
setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda.

Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.

“Ya
Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,”
jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan
marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk
mendemo rumahku ini kan?”

“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga
cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh
berangkat.”

“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”

“Kamu lulusan mana?”

“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”

“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja
lho.”

“Jadi kamu sudah bekerja?”

“Iya Pak. Saya bekerja sebagai
marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”

“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”

“Rencananya maharmu apa?”

“Seperangkat alat shalat Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”

“Tapi saya siapkan juga emas seratus gram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”

“Kamu bisa apa itu, internet?”

“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok.
Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di
dunia nyata.”

“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu kesini tadi naik apa?”

“Mobil Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu
kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan
makin naik.”

“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”

“Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang
cantik ini.”

“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir
kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya
sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya,
“Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang
pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima
anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja,
membacanya saja pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda pun ikut berkaca-kaca.
dan akhirnya mereka pun menikah
 ♥
http://dakwahforislam.blogspot.com/2012/10/maaf-lamaran-mu-aku-tolak.html